Berembun setengah tujuh

Ditulis oleh Pemuja on Thursday, December 22, 2011

Pagi-pagi kuliah dengan rasa yang agak aneh. 
Kenapa aneh? Masuknya jam setengah tujuh.
Ditambah lagi dengan mata kuliah yang mumet.


Tiba di kelas pelajaran belum dimulai.
Hanya ada kira-kira 10-15 mahasiswa di dalam,
dan dosen yang sibuk mengurus perkakasnya 
sebelum perkuliahan pagi dimulai.
Aku mengambil bangku nomor dua paling depan,
kuletak tas di samping agar tak menghalangi kakiku.
Bla..bla...bla.. dosen pun mulai membuka hari dengan
algoritma yang memberatkan mata, dan membuai hari.
Sesekali aku menatap keluar,  sambil memikirkan sesuatu.
Sepertinya ada yang kurang lengkap di pagi ini.
Thanks to God, aku bisa datang lebih dulu daripada kamu.
Ini mujizat apa bukan, aku tak peduli. Kemana kamu pagi ini?
Kuliah terus berjalan seiring tanyaku menyeruak dari otakku 
entah kemana arahnya. Tiba-tiba pintu ada yang membuka, 
feeling ku ternyata benar, itu kamu. datang dengan jaket tipis 
warna hitam. Masuk dengan langkah kecil ke dalam dan mengambil 
tempat duduk di sebelahku. Aduh Tuhan.... kacamataku jadi berembun.
Gila...gila....ingin aku  abadikan moment ini. Best moment I've ever had,
you sit next to me. Walaupun cuma duduk diam, aku tak mau moment ini 
terlewat tanpa ada yang berkesan. Hari ini jam 9.00 WIB, jaket tipis hitam,
rambut waterfall tipis, dan HP merah jambu, dantas krem bergaris putih.
Tak luput dari pandangan mataku. Tiba-tiba bungkus obat jatuh aku liat,
"Kamu sakit apa Ta? " tanya ku, "Ketularan dari ibu", jawabmu. 
Entah aku yang bertambah bodoh tiba-tiba jadi nya gak tau, yang pasti 
aku tanya hal itu karena aku gak tau caranya mau ngajak kamu bicara.
Tapi, masa iya sakit perut bisa ketularan? Cepat sembuh Ta, klo kamu
memang sakit. Toh juga aku gak ketawa kok klo tau kamu lagi sakit.
Sampai jumpa Ta, di lain kehidupan kesempatan kita sama duduk lagi 
bersampingan di pelaminan.

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment