Membunuh rindu tanpa bertatap muka

Ditulis oleh Pemuja on Tuesday, September 23, 2014

Pagi ini, kepada pengemban rindu,,




Mungkin karena kalian (termasuk saya) yang memutuskan menulis tentang ini.

Bagaimana bisa rasa rindu terasa menggebu, hanya karena tak bertemu. Padahal di zaman ini, media sosial dan komunikasi sudah sangat maju. Boleh sesumbar tekonolgi relah mencapai puncak kejayaannya. Mulai dari koneksi internet yang sangat cepat, dan perangkat pendukungnya yang sudah bisa dijangkau kantong kebanyakan orang.

Tapi lagi-lagi, yang namanya kalau rindu sepertinya memang harus bertemu. Entah itu sekedar tegur sapa, ataupun. Itu otomatis membunuh rasa rindu tersebut.
Bagaimana cara membunuh rindu tanpa harus bertatap muka? Itu menjadi pertanyaan besar dalam pikiranku pagi ini. Masih harus ditelusuri secara filosofi, apa itu rindu. Haruskan rindu dilampiaskan dengan bertemu? Berat untuk para pengemban rindu menjawab hal yang sesimpel itu.

Mungkin tulisan ini hanya akan menjadi bacaan tanpa solusi. Saat ini juga saya masih belum bisa menyimpulkan bagaimana untuk menghapus rindu, atau minimal untuk mengurangi rasa itu.
Bagi sebagian orang rindu adalah hal wajar, sedang bagi sebagian lagi rindu adalah hal yang harus dituntaskan sesegera mungkin. Adakah para perindu yang merelakan waktu nya dalam perjalanan untuk sekedar melepas rindu keorang yang dirindukan? Sepertinya ada banyak. Harus kah kerinduan menjadi seekstrim itu?  Sadarkah kita bahwa rindu itu semakin curang? Semakin hari bertambah, sementara kita tak tahu solusi untuk menguranginya. Atau aku mungkin yang terlalu memikirkan hal curang untuk menguranginya?

Mungkin hanya Tuhan dan aku yang tahu kebenaran hal itu.
Satu hal yang pasti, aku rindu kamu untuk saat ini..Yutta Natasia





{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment