Showing posts with label rindu. Show all posts
Showing posts with label rindu. Show all posts

Contekan Untuk Direnungkan

Ditulis oleh Pemuja on Sunday, December 13, 2015

Hari ini aku iseng menjelajahi timeline facebook om Tere Liye, dan membaca postingan seperti ini.
Teringatku padamu seketika.


Buat cowok2 yang jomblo, kalian bisa gunakan contekan ini:"Dek, kenapa aku bahkan hingga hari ini tidak menyampaikan...
Posted by Tere Liye on Sunday, December 13, 2015
Kembali aku teringat pada tahun 2012 silam.
Pada saat malam keakraban kelas kita (yang tak pernah dipublish ceritanya di blog ini). 
Malam itu aku bercerita tentang perasaanku kepadamu.
Saat itu yang aku ingat aku sukses membuat kamu menangis. Maafkan ya Ta.
Oh iya kembali ke kondisi malam itu.
Entah kenapa waktu itu aku berani untuk menceritakan perasaan ku langsung.
Padahal saat itu tak ada niat sedikit pun untuk menceritakan kepadamu.
 Apapun itu tentang perasaan yang sejak 3 tahun sebelumnya ku simpan.
Tapi, aku sadar bahwa waktu untuk ku jalani tanpa kamu di kampus, is about to end soon.
Kamu kan kuliahnya ngebut banget.
Sementara aku tidak.

Aku bercerita padamu bagaimana sampai aku bisa menyukaimu.
How you change the way i feel about love.
It's a miracle actually.
Bagaimana aku hanya tersenyum saat melihatmu menangis dikerjain
saat hari ulangtahunmu,  di tahun pertama kita kuliah.
Aku juga bercerita bagaimana perasaanku saat aku melihatmu tersenyum.
Saat kamu bersama orang lain yang membelai rambutmu.
Tetapi aku tidak lantas menjadi panas dan marah seperti aku biasanya.
That's how you slowly changed me!
Dan banyak lagi.

Teman-teman di sekeliling mendorongku untuk menyatakan perasaanku kepadamu.
Karena saat itu kamu juga sedang tidak pacaran.
Bisa saja aku seakan memanfaatkan moment saat itu dengan menembakmu.
Tapi waktu itu aku menolak, kukatakan padamu langsung
bukan karena aku tidak siap.
Juga bukan karena aku takut kamu tolak.
Bukan karena aku tidak siap menjadi hubungan seandainya kamu meng"iya"kan.
Semoga saja kamu masih ingat alasanku waktu itu.
Tetapi karena aku yakin suatu saat aku akan menyatakan langsung perasaan itu.
Langsung dengan mendatangimu ke rumahmu.
Dan kemudian saat itu langsung buyar pada saat aku menyinggung tentang mantanmu.
Kamu menangis dan masuk ke bilik bersama temanmu.
Dan aku hanya diam saja berdiri melihatmu pergi menjauh.

Ahh...itu sudah 3 tahun yang lalu.
Apa kabar cintamu sekarang?
Kamu masih ingatkan dengan malam itu?
Semoga saja kau tidak lupa.

Terimakasih telah memberi pelajaran sabar padaku.
Terimakasih telah hadir mengisi hari-hari kuliah pagi (setengah tujuh) di kelasku.
Terimakasih telah mau hadir saat kelas kita bertanding futsal.

Kelak suatu hari nanti aku akan melakukan seperti yang ku ucapkan 3 tahun lalu.
Dan seperti kata tulisan om Tere Liye tersebut.

Semoga kita diberi umur panjang,
sehingga masih bisa ketemu tahun depan.






Salam rindu.













PS : aku masih menyimpan secarik kertas yang kamu titip di amplop berisikan pesanmu.

(dan tentu saja dalam hati aku menjawab "tidak" untuk saran yang kamu tuliskan di kertas itu)





More aboutContekan Untuk Direnungkan

Haru(s)

Ditulis oleh Pemuja on Monday, September 10, 2012


Aku tak tak tahu
Harus berpikir apa lagi di saat seperti ini
Rasa sepi yang menusuk hati
Membuyarkan semua mimpi - mimpi
Yang kini hanya menjadi benih kenyataan

Ku coba telusuri arti hampa dari semua ini
Yang semua tak punya makna
Karena aku tak berteman lagi
Dengan benih mimpi yang tak bernyawa



Aku pun berlari menhempas nafas
Membakar awan panas yang meluas
Agar tak ada lagi kehidupan bebas
Yang kunikmati dulu tiada batas

Tapi, walau tiada lagi hidup bebas
Walau kaki dan tangan terikat
Dipasung oleh derita hidup
Jiwa ini tetap hidup
Berusaha menggapai mimpi itu hidup kembali
Karena ku tak kan berpikir
"Keraguan mu menjadi awal dari akhir segala yang ada"
More aboutHaru(s)

Genteng 86400

Ditulis oleh Pemuja on Saturday, January 14, 2012

Saat ini aku ingin mencurahkan perasaan ku berada di ketinggian seperti ini.
Takut.... itu benar.

Itu gambar nya hanya contoh kok. Gak segitunya juga :)
Aku lalu teringat sama kamu. Sedang apa ya kamu di sana?
Tiap saat sih aku mengingat kamu, minimal 80000 detik per hari.
kalau bisa 86400 detik perhari.

Tapi pertanyaan aku balik dulu, pernah gak ya dari 86400 detik dalam sehari, kamu untuk sedetik memikirkan aku?
Aku yakin pernah, yakin banget malah. Minimal waktu ada sms aku masuk ke handphone kamu. Itu kan uda jelas menggganggu kamu, untuk sedetik. Walaupun bukan mengingat model seperti itu yang aku harapkan. Minimal saat kau memandang kado pemberianku untuk ulangtahun mu aku berharap samengingatku.
Jelas-jelas bila kau mengingatku, itu bukan mimpi buruk ku harapkan untukmu, karena bagiku itu anugerah yang paling indah untuk kudapatkan saat ini, setelah mengenalmu. Yaaa, melalui angin saat ini, ku sampaikan rasa rinduku yang tak tersampaikan padamu, lewat sms ku. Seenggaknya semilir angin bermain di telingamu dan membisikkan pesanku ini padamu, Pujaan hatiku.


to Yutta Natasia
More aboutGenteng 86400